Into the New World

view-penanjakan-fabulous

Assalamualaikum.

Heyo~

Lama tidak berjumpa dengan blog ini~ Kehidupan nyata memang selalu menyita perhatian (karena memang di sanalah kita hidup). Ada banyak hal yang sukses menyita waktu, terutama beberapa bulan ini, dimana kehidupan belajar tiga tahun kembali dipertaruhkan dalam beberapa hari. Yep, Ujian Nasional.

Sebagai murid tahun akhir SMA, saya harus menghadapi UN. Hasil yang saya dapat? Alhamdulillah, sesuai dengan apa yang bisa dilakukan otak saya, walau jauh diluar dugaan pribadi. Ya, setidaknya itu hasil kerja saya sendiri.

Tapi, pertarungan masih berlanjut.

Pertarungan untuk masuk kuliah.

Seperti kita ketahui, ada tiga jalur untuk memasuki kuliah untuk saat ini, yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan Mandiri. SNMPTN adalah sejenis jalur undangan dimana nilai rapor, prestasi dan UN lebih dipertimbangkan untuk masuk dalam suatu PTN. Sementara SBMPTN adalah jalur tes yang diadakan secara Nasional untuk masuk ke dalam PTN. Untuk Mandiri tentunya adalah jalur dimana seluruh biaya ditanggung oleh diri sendiri.

Mengingat hal terakhir tersebut agak susah untuk dilakukan, saya pun mengambil jalur pertama. Hasilnya? Gagal.

Saya memutuskan mengambil jalur kedua. Bersama ratusan orang lain, saya melaksanakan tes bersama di bulan Juni. Tak hentinya berdoa dan berharap selama penantian hasil sebulan kemudian.

Hari pengumuman, 16 Juli, adalah salah satu hari dimana saya merasa sangat sensitif. Tidak bisa dibayangkan betapa saya gugup menanti jarum jam menunjuk angka 5. Rasanya seluruh rumah pun ikut merasakan kegugupan saya. Ketika jam menunjukkan pukul 5, kedua orang tua ikut bergabung menyaksikan saya mengetikkan angka peserta dan… betapa kagetnya saya ketika membaca kata “Selamat”. Saya diterima di jurusan Sastra Inggris, Universitas Airlangga yang saya impikan. Saya sangat bersyukur dan bahagia. Tidak ada yang terasa begitu membahagiakan saya ketika melihat kedua orang tua saya tersenyum dan mencium saya seperti hari itu.

 

Kini semakin dekat saja saat pengukuhan. Seluruh perasaan terasa bercampur aduk. Tidak sabar untuk memasuki kehidupan baru, gugup karena akan bertemu banyak hal. Ah, rasanya ingin sekali waktu cepat berjalan, tapi di sisi lain juga ingin waktu berjalan lambat. Setelah ini, saya bukan lagi anak sekolahan yang bisa bermalas-malasan. Setelah ini, saya adalah seorang mahasiswa yang harus berkembang untuk bangsa. Setelah ini saya harus lebih serius lagi. Setelah ini adalah dunia baru.

Di sanalah salah satu medan pertempuran terkuat.

Akan ada banyak hal yang akan saya pelajari dan akan ada banyak hal yang akan saya temui…

Bismillahirahmannirahim.

I’m going to the new world!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s