Fanfiction: Apa dan Mengapa?

Hai!

Sudah cukup lama aku tidak bercuap-cuap di blog ini. Setelah hari-hari melelahkan untuk menyiapkan tiga hari yang menentukan nasib tiga tahun bersekolah, kini aku bisa kembali berkecimpung dalam dunia yang sudah sangat kurindukan /apalah/.

Tapi, seperti pisau yang sudah lama tidak diasah, keinginan dan kemampuan menulisku seperti tumpul tak berdaya (T-T) Aku kembali diserang webe parah walau sebenarnya otak ini terus berimajinasi. Untungnya, kemarin aku mendapat sedikit hidayah yang berpengaruh besar bagiku. Satu hal yang kusimpulkan dari hidayah tersebut adalah: just do and never give up. Terdengar klasik dari kesimpulan yang kutuliskan dengan begitu singkat, tapi percayalah, hal itu benar-benar memotivasiku. Big thanks for Emak Gaoel :’)

.

.

.

 

Nah, terus apa hubungannya sama judul diatas?

Setelah mendapat motivasi, otak yang masih dalam masa pendinginan sehabis UN ini mulai berjalan ke arah hal yang biasa kulakukan di dunia tulis-menulis selama tiga tahun terakhir: menulis fanfiction.

Awal tahu fanfiction sendiri tidak disengaja. Waktu itu tahun 2010, aku lagi addict sama hal-hal berbau Naruto. Ketika sedang ber-surfing ria via internet, tidak sengaja menemukan artikel berlabel fanfiction. Karena penasaran, kubuka link-nya dan menemukan cerita lucu anggota Akatsuki. Sejak saat itu aku tahu fanfiction. Berikutnya, aku malah ketagihan lalu mencari link lain, sampai ketemu fanfiction.net semacam gudangnya fanfic dari berbagai jenis. Ketika K-pop melanda hariku, bacaan fanfic-ku meluas ke berbagai blog sampai akhirnya aku buat blog sendiri /curhatdadakan/

fanfiction.net (click to go) cr: deviantart.net

Untuk yang tidak atau kurang memahami apa itu fanfiction, aku bersedia untuk menjelaskan maksud dari fanfiction berdasarkan sedikit pengalamanku berkecimpung dalam dunia tersebut.

 

Fanfiction (ff atau fanfic), terdiri dari penggabungan dua kata dalam bahasa Inggris yaitu Fan dan Fiction. Fan sendiri bermakna penggemar atau fans, sedangkan Fiction adalah fiksi atau tidak nyata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa fanfiction adalah kisah fiksi yang ditulis oleh penggemar dari suatu cerita, orang, atau kelompok yang sudah ada. Kenapa ‘yang sudah ada’? Karena adanya penggemar tentunya disebabkan adanya cerita atau kelompok dan orang yang nyata. Contoh: komik Naruto, novel The Chronicles of Narnia, juga kelompok boygroup One Direction yang ada di dunia.

 

Mengapa penggemar menulis cerita dari hal yang sudah ada?

Ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya:

  1.  Penggemar tidak puas dengan akhir cerita yang sudah ada
  2.  Cerita yang sudah ada belum dituntaskan, sehingga pembaca berimajinasi sendiri tentang akhir dari sebuah cerita
  3. Pembaca mendapat inspirasi dari adegan tertentu dalam cerita
  4. Dalam kasus kelompok atau orang, biasanya penggemar menulis cerita sebagai bentuk keinginan untuk lebih dekat dengan yang diidolakan /uhuk/
  5. Penggemar ingin menulis cerita, tapi lebih nyaman menggunakan tokoh yang sudah ada dan ia gemari sejak lama

Ada banyak hal yang membuat penggemar menulis fanfiction. Aku pribadi mulai menulis karena alasan ke-3 dan ke-4, alasan ke-1 dan ke-2 aku simpulkan sendiri dari banyaknya fanfiction yang sudah kubaca dari berbagai jenis, sementara alasan ke-5 baru-baru ini aku rasakan /sakinglamanyakecemplungdiduniafanfiction/

Banyak kontroversi yang terjadi dalam dunia per-fanfic-an, diantaranya beberapa orang yang belum tahu tentang fanfic akan menyebutnya plagiat, atau ada juga yang memanfaatkan titel fanfic dengan menuliskan kembali cerita yang sudah ada tetapi tidak mencantumkan cerita yang sudah diambilnya. Oh, honey, itu jelas bukan fanfiction!

Masalah yang lebih sering terjadi adalah plagiat. Fanfiction biasanya dipublikasikan dalam media bebas internet, membuat banyak orang tidak bertanggungjawab dapat mengambil dan menyebarkannya kembali dengan mudah. Kalau disebarkan dengan nama dari penulis asli, jelas bukan masalah, tapi kalau yang menyebarkan mengaku sebagai penulisnya atau tidak mencantumkan nama penulis asli itu jelas masalah. Bayangkan, apa enaknya, sih, melihat karya sendiri yang dibuat dengan susah payah bertapa tujuh hari tujuh malam diakui orang lain seenak jidat? Sampai saat ini, masalah plagiat-lah yang paling banyak karena kekurangan kesadaran dari pribadi masing-masing.

Lepas dari masalah tersebut, dari segi positif, fanfiction dapat membuat imajinasi seseorang berkembang. Saat membaca cerita kita tanpa sadar akan berpikir seperti ‘kenapa tidak berakhir seperti ini?’ atau ‘aku lebih suka kalau dia seperti ini…’. Hal ini jelas sangat bagus untuk pengembangan kreatifitas menuju generasi yang lebih baik /halah bahasa lo/, asal jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya suka ‘mengandai-andai’. Ingat, fanfiction hanyalah salah satu dari cerita yang ada dalam cerita yang sesungguhnya, yaitu kehidupan kita sendiri. Dan seperti fanfiction, yang bisa menentukan cerita hidup kita adalah diri kita 🙂

cr: as click

Nah, this is the end of this post! Aku harap kalian menikmatinya. Jika kalian merasa ingin mendapat info tentang fanfiction lebih lengkap, bisa mengunjungi halaman ini: What is Fanfiction. Aku juga menulis fanfiction di Daydream Fantasy. Jika penasaran, monggo dibaca, dan jangan lupa memberikan apresiasinya ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s