Just A Little Story About School

Sekolah adalah tempat untuk menimba ilmu. Sekolah adalah tempat untuk mencari jati diri. Sekolah adalah tempat dimana kita dapat bertemu dengan teman dan guru yang memiliki berbagai macam kepribadian. Sekolah adalah tempat kita belajar pengetahuan dan pengembangan diri. Sekolah adalah tempat untuk menghabiskan masa muda. Sekolah adalah segalanya.

Kini aku bersekolah di tingkat pertama di sebuah SMA di Surabaya. Kembali berkenalan dengan orang baru dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Walau harus kuakui cukup sulit, aku berusaha untuk membaur. Kembali mengalami Masa Orientasi Siswa di bulan Agustus lalu, kembali menghadapi pelajaran yang bertambah susah seiring dengan tingkatan yang meninggi. Sejauh ini aku masih sanggup menerima semua pelajaran dan masih belum bosan untuk menerima pelajaran lain. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menempati peringkat 3 di kelas. Jujur saja, aku senang. Sebelumnya aku hanya menempati peringkat 5 besar atau 10 besar. Memang belum pantas untuk berbangga hati. Aku akan berusaha keras untuk menjadi lebih baik lagi. Fighting!

Ada senang, maka ada pula sedih. Itulah lingkaran kehidupan. Beberapa waktu lalu aku mengalami hal yang tidak mengenakan. Disaat sedang enak-enaknya menonton film, aku merasa tubuhku mendingin dan pandanganku menggelap. Rasanya susah bernapas dan aku tidak dapat melihat cahaya, setitik pun. Saat berikutnya kudapati diriku menerima uluran air putih dari teman-teman dan aku dibawa ke UKS. Banyak yang bilang aku hampir kesurupan. Aku tidak bisa berkomentar apa-apa karena memang tidak pernah mengalaminya (jangan sampai). Tapi aku sangat ingat, gejala yang kusebutkan diaras pernah kualami dulu waktu SMP. Kala itu sedang upacara dan membahas mengenai obat-obatan terlarang. Pembina upacara menyebutkan suntik dan semacamnya. Entah kenapa aku merasa mual dan tiba-tiba tubuhku mendingin serta pandanganku menggelap. Aku juga tidak dapat merasakan pijakan kakiku. Saat berikutnya aku meminta izin ke UKS hingga akhirnya terbaring selama 1 jam disana. Dari sana aku menarik kesimpulan sendiri: aku tidak berani dengan peralatan ataupun organ-organ dalam manusia. Entah itu phobia ataupun gejala penyakit yang telah diperingatkan oleh kedua orangtuaku. Aku tidak tau dan sebenarnya ingin tau. Aku penasaran dan sangat berharap waktu untuk memeriksa tubuhku ini akan datang. Semoga saja bukan pertanda penyakit mematikan. Amin.

Akhir-akhir ini aku kembali sibuk dengan kegiatan latihan rutin ekskul ku, Paskibraka. Untuk menghadapi lomba di bulan Februari mendatang. Semoga saja kali ini menang. Itu yang terus kuucapkan dihatiku kala latihan. Untuk mengusir kemalasan yang akut. hehe

Nah, seperti kata orang, SMA adalah masa-masa yang menyenangkan. Kuharap itu benar terjadi di kehidupanku. Tapi, aku akan selalu ingat bahwa setelah susah pasti akan ada kesenangan. Life couldn’t get better if I still remembering the past. Go ahead and catch it. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s